PERSEPSI PUBLIK TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT COVID-19 : SEBUAH STUDI KOMPARATIF DI ENAM NEGARA AFRIKA


PERSEPSI PUBLIK TERHADAP KEBIJAKAN PEMERINTAH

TERKAIT COVID-19 : SEBUAH STUDI KOMPARATIF

DI ENAM NEGARA AFRIKA

Wabah COVID-19 telah mempengaruhi negara-negara di seluruh dunia, termasuk yang ada di Afrika. Pemerintah di negara-negara ini telah menerapkan berbagai kebijakan untuk membatasi penyebaran virus. Bertujuan untuk menyelidiki persepsi publik terhadap kebijakan pemerintah mengenai COVID-19 di enam negara Afrika dengan melakukan analisis sentimen terhadap masyarakat. Kami mengumpulkan tweet yang terkait dengan COVID-19 dan kebijakan pemerintah melalui API Twitter dari 7 Maret 2020 hingga 2 Februari 2022.

Temuan dari studi ini akan memberikan wawasan berharga tentang bagaimana publik memandang kebijakan-kebijakan tersebut. Ini digunakan untuk memberi saran kepada pembuat kebijakan dan pejabat kesehatan masyarakat tentang cara meningkatkan pesan dan kebijakan mereka untuk secara efektif memerangi penyebaran COVID-19. Data menunjukkan reaksi yang heterogen dengan persepsi negatif. Misalnya, pemerintah menerapkan kebijakan penggunaan masker dan lockdown, serta kebijakan vaksinasi di masyarakat sekitar.

COVID-19 saat ini menjadi salah satu kasus yang mengubah dunia di semua aspek kehidupan. Di Afrika, sebagian besar kasus impor yang terdiagnosis berasal dari Eropa dan Amerika Serikat sebagai alternatif dari China, asal virus tersebut. Selain itu, jangan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, vaksinasi, dan pakailah masker.

Selain itu, dibandingkan dengan studi sebelumnya, periode analisis kami lebih lama. Periode ini membantu kami mengumpulkan banyak tweet dan untuk lebih memahami negara-negara ini. Akhirnya, kami juga menganalisis tiga kebijakan, bertentangan dengan penelitian sebelumnya, yang menyoroti satu atau dua dari kebijakan yang kami pilih.

Kami menjelaskan bagaimana kami mengumpulkan data untuk eksperimen kami. Kami memilih Twitter sebagai platform media sosial utama untuk pengumpulan data kami karena penggunaannya yang luas dan pengaruhnya terhadap wacana publik, terutama terkait dengan topik yang berhubungan dengan pemerintah.

Mengumpulkan data untuk studi komparatif tentang persepsi netizen memerlukan pendekatan yang sistematis. Peneliti perlu mengidentifikasi platform media sosial yang paling populer di masing-masing dari enam negara Afrika yang sedang diselidiki. Dengan menggunakan Antarmuka Pemrograman Aplikasi yang disediakan oleh platform-platform ini, para peneliti dapat mengumpulkan sampel komentar yang menyebutkan kata kunci yang relevan dengan kebijakan COVID-19. Para peneliti harus mengidentifikasi platform media sosial yang paling populer di masing-masing dari enam negara Afrika yang sedang diselidiki, dengan mempertimbangkan preferensi regional.

Studi ini membantu kami mengidentifikasi bagaimana media sosial memainkan peran penting dalam mendeteksi opini warga terkait langkah-langkah yang diterapkan oleh pemerintah mereka untuk melawan pandemi COVID-19. Kami menganalisis respons pemerintah terhadap COVID-19 untuk mengetahui persepsi warga tentang langkah-langkah berikut seperti penggunaan masker, penguncian, dan vaksinasi.

Untuk menilai bagaimana jumlah tweet berkaitan dengan populasi di masing-masing dari enam negara, kami memperoleh total populasi setiap negara, dan kami mengumpulkan data tentang jumlah tweet yang terkait dengan kebijakan COVID-19 di setiap negara. Ini memberi kita gambaran apakah tweet tersebut merupakan proporsi yang signifikan atau relatif kecil dari keseluruhan populasi.

 


Komentar